14 PEMUDA TERPILIH WAKILI KALTIM JAMBORE PEMUDA INDONESIA

Setelah melalui proses seleksi yang ketat, 14 pemuda terbaik Kalimantan Timur akan membawa bendera Ruhui Rahayu di Jambore Pemuda Indonesia (JPI) yang akan berlangsung pada 5-11 Oktober 2018 di Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung dan bergabung dengan 462 peserta lainyya dari 33 Provinsi ditanah air.

Dalam tes yang diikuti 40 peserta perwakilan 9 Kabupaten/Kota di Kaltim, kecuali Kutai timur yang tidak mengirimkan pesertanya, peserta menjalani tes tertulis, wawancara, kesehatan, pentas seni, bakti sosial, dan kunjungan wisata, dengan tim seleksi berasal dari Kemenpora RI, IAIN Kaltim, Dina Pariwisata Kaltim, RSU A.W. Syahrani Samarinda, dan Purna Prakarya Muda Indonesia (PPMI).

Selanjutnya 14 peserta terpilih mengikuti pembekalan yang dilaksanakan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kaltimdari tanggal 1-3 Oktober 2018 di ruang Audio Visual kantor Dispora Kaltim kompleks Stadion Madya Sempaja Samarinda.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kaltim, Syirajudin, yang diwakili Kepala Bidang pemberdayaan pemuda Dispora Kaltim, Agus Tianur, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada para peserta yang lolos seleksi, sekaligus berpesan agar para peserta dapat meningkatkan ilmu yang dimiliki selama kegiatan pembekalan.

“Saya berharap kalian dapat menyimak setiap materi pembekalan yang telah disiapkan oleh panitia dan PPMI Kaltim, di samping itu kalian dapat belajar mandiri mencari tau tentang potensi kekayaan sumber daya alam dan sumber daya wisata yang dimiliki Kaltim, sehingga kalian mampu mempresentasikan Kaltim dengan baik di sana,”pesannya kepada peserta dalam pembukaan acara pembekalan peserta JPI Kaltim, Senin (1/10).

 

Ditambahkannya bahwa, sebagai peserta JPI, pemuda Kaltim harus mampu berinteraksi dengan seluruh lapisan masyarakat dan peserta dari daerah lainnya ketika mengikuti perkemahan JPI, sebab sebagaimana kita ketahui bersama Indonesia merupakan negara yang sangat heterogen dari segi suku, agama, budaya, adat istiadat, dan etnis.

“Disana nanti, kalian akan bertemu dengan saudara sebagai sesama pemuda Indonesia yang berasal dari berbagai wilayah di tanah air. Mereka tentunya memiliki kebiasaan-kebiasaan yang berbeda dengan kita di sini, hal ini membuat kita belajar mengetahui bahwa ternyata Indonesia sangat luas dan beragam,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Agus Tianur berpesan agar disamping meningkatnya kualitas sumber daya manusia dari para peserta terkait peningkatan produktivitas dan kreativitas yang dapat dijadikan contoh di tengah masyarakat, para peserta juga dapat menjaga kesehatan, perilaku, dan sikaps selama mengikuti kegiatan. (rdi)