RAKOR UNTUK KESERAGAMAN DAN KEBERSAMAAN

BONTANG-Penyelenggaraan Rapat Koordinasi Sinkronisasi Program dan Kegiatan Bidang Kepemudaan dan Keolahragaan se Kaltim yang diselenggarakan di  Kota Bontang diharapkan menghasilkan keseragaman dan kebersamaan dalam pembangunan bidang Kepemudaan dan Keolahragaan secara berjenjang di Kaltim.

“Alhamdulillah setelah mendapat ijin dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, kegiatan yang bertujuan untuk menyamakan perepsi kita bersama dalam pembangunan kepemudaan dan keolahrgaan ini dapat terlaksana, semoga hingga akhir kegiatan  bisa berjalan dengan baik, dan kegiatan yang kita rencanakan bersama dapat berjalan melewati masa-masa pandemic ini,”ujar Agus Tianur ketika membuka kegiatan tersebut, Selasa (24/2/2022).

Dikatakannya bahwa selama masa pandemi seperti saat ini, kegiatan kepemudaan dan keolahragaan ikut terdampak.

“Secara tekhnis kegiatan yang telah direncanakan mengalami kendala berarti selama pandemi ini. Namun hal ini jangan  menjadi hambatan bagi kita untuk terus berbuat yang terbaik,” tegasnya.

Terkait Seleksi Paskibraka yang sudah mulai dilakukan di tingkat kabupaten dan Kota, Agus Tianur menjelaskan bahwa tahun ini menjadi tahun reformasi terhadap proses perekruitan calon paskibraka untuk tingkat provinsi dan nasional.

“Usaha kuat kami di Provinsi Kaltim dalam upaya meningkatkan kualitas paskibraka Kalimantan Timur dengan melakukan seleksi langsung ke Kabupaten dan Kota tidak lagi menunggu kiriman atau sodoran nama saja. Hal ini dikarenakan Kaltim bukan menjadi pilhan utama khususnya di pasukan 8, dengan kualitas yang ada selama ini. Untuk itu keterlibatan Korem 091/Aji Surya Natakesuma secara langsung melalui Kajasrem adalah untuk mewujudkan hal tersebut,” lanjutnya.

Perubahan lanjutnya cukup banyak dilakukan, yang mau tidak mau harus diikuti dan dikoordinasikan oleh semua Dinas yang menangani Kepemudaan di Kabupaten dan Kota se Kaltim.

Menyinggung soal Pekan Olahraga Pelajar daerah (POPDA), Agus menyampaikan dari 10 Kabupaten dan Kota, hanya beberapa yang menganggarkan. Untuk itu dirinya berharap agar seluruh Kabupaten dan Kota dapat menganggarkan kegiatan yang  menjadi bagian penting dalam upaya pembinaan kepada atlet-atlet usia dini itu.

“Prestasi ini menjadi modal mereka dalam mengajukan beasiswa termasuk mendapatkan tiket masuk perguruan tinggi melalui jalur prestasi, jadi mari kita dukung mereka untuk meraih hal tersebut. Kita ingin pembinaan prestasi dilakukan secara berjenjang dan semua dapat memberikan sumbangsih atlet atlet terbaiknya dalam mewakili Kalimantan Timur,” lanjutnya

Hal ini juga terkait lahirnya Perpres No 86 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dimana Kaltim merupakan salah satu dari 10 provinsi di tanah air yang masuk dalam pembinaan DBON di seluruh Indonesia.

“DBON secara garis besar termuat dalam 5 tahapan, yakni bertujuan meningkatkan budaya olahraga di masyarakat. Kemudian, meningkatkan kapasitas, sinergitas, dan produktivitas olahraga prestasi secara nasional. Serta, dilakukan demi memajukan perekonomian nasional berbasis olahraga,” jelas manatan Kepala UPTD Sekolah Khusus Olahragawan Internasioanl Kaltim itu.

Menutup sambutannya, Agus menekankan agar seluruh peserta dan panitia disiplin dan paruh menjalani protokol kesehatan (prokes).

Dari laporan ketua Panitia Penyelenggara Rakor, Sekretaris Dispora Aswanda mengatakan rakor kali ini dilaksankan secara hybrid (daring dan luring) mengingat situasi pandemic Covid-19 dengan jumlah peserta yang hadir secara luring sebanyak 50 orang dan secara daring 25 orang ditambah dari Dispora Provinsi 31 Orang. (ba/rdi/PPIDDISPORAKALTIM)