Dispora Kaltim

Stadion Madya Sempaja Jadi Lokasi Adu Kecepatan Pesepatu Roda se-Kaltim

Tuesday, 11 February 2014 03:30 rusmul
Print PDF

 

Stadion Madya Sempaja kembali dipercaya menggelar kejuaraan cabang olahraga. Kali ini Kejuaran tingkat Regional Kalimantan yang diadakan oleh Sekolah Khusus Olahragawan Internasional Kalimantan Timur (SKOI Kaltim) bekerjasama dengan Pengurus Provinsi Persatuan Sepatu roda Seluruh Indonesia (Pengprov Perserosi) Kaltim berlangsung sukses dan mampu menarik perhatian pengunjung di area Stadion Madya Sempaja.

Dalam kejuaran bertajuk Kejuaraan Sepatu Roda Tingkat Junior se-Kalimantan yang dilaksankan selama tiga hari sejak tanggl 6 hingga 8 Februari 2014 ini diikuti oleh 126 Atlet dari Tiga Provinsi di Pulau Kalimantan, masing-masing Kaltim selaku tuan rumah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.

Kadispora Kaltim, Sigit Muryono dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Dispora Kaltim, Fakhrullah, ketika membuka acara tersebut mengungkapkan bahwa Kejuaraan ini diharapkan menjadi ajang pembibitan atlet-atlet Junior yang nanntinya akan dipersiapkan menjadi andalan masing-masing provinsi dalam kejuaraan-kejuaraan serupa bahkan tidak menutup kemungkinan akan lahir atlet-atlet andalan nasional.

"Kepada seluruh pesera, panitia pelaksana, dan wasit pertandingan, saya berharap agar jalannya pertandingan nanti akan penuh dengan sportivitas, dan ingatlah bahwa setiap pertandingan olahraga memiliki muara yang sama yakni persaudaraan", tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana, Agustianur mengatakan bahwa kejuaraan ini merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan dengan tujuan mencari bibit-bibit atlit Sepatu roda yang persiapkan untuk event-event yang berskala besar, termasuk diantaranya jelang PON di Jawa Barat.

"Khusus untuk Kaltim akan mempersiapkan atlit sepatu roda sejak sekarang mengingat dari cabor sepatu roda kaltim termasuk yang diperhitungkan ditingkat nasional,"ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan juri, Romiansyah mengatakan dipilhnya Stadion Sempaja sebagai Arena untuk kejuaraan dikarenakan lokasinya yang berada dekat pusat kota, sehingga berdampak pada animo penonton yang menyaksikan kejuaraan ini.

"Kenapa tidak di Stadion Utama yang memang telah memiliki arena Sepatu roda, tentu ada beberappa pertimbangan diantaranya jarak menuju ke stadion utama yang akan mempengaruhi mental bertanding atlet yang masih usia junior. (pksum-rdi)

 

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

 

Pegawai Dispora ikuti Sosialisasi PP Disiplin PNS dan Pergub Ketentuan Pengisian Daftar Hadir PNS Kaltim

Thursday, 30 January 2014 08:14 rusmul
Print PDF

 


SAMARINDA – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim menggelar sosialisasi PP No 53/2010 tentang disiplin PNS dan Pergub Kaltim No 31/2008 tentang ketentuan pengisian daftar hadir PNS lingkup Kaltim bagi seluruh pegawai di lingkungannya. Sosialisasi yang menghadirkan narasumber dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim tersebut diselenggarakan sehari, di Aula Serbaguna Kantor Dispora Kaltim, Samarinda, Rabu (29/1).

“Sosialisasi dimaksudkan memberi pemahan mendalam tentang kedua peraturan perundang-undangan yang berkaitan kedisiplinan pegawai tersebut. Target kita seluruh pegawai Dispora disiplin sesuai ketentuan dan koridor,” kata Kepala Dispora Kaltim, H Sigit Muryono ketika dikonfirmasi seusai membuka sosialisasi. Sosialisasi juga dirangkai penyerahan SK penempatan pegawai kepada mereka yang dipindah ke bidang lain.

Selain itu, Sigit mengaku tidak menginginkan ada pegawai lingkup Dispora yang terpaksa diberhentikan karena alasan ketidak disiplinan. Sesuai amanah PP tersebut, pegawai bisa diberhentikan jika tidak masuk kerja tanpa alasan jelas selama 45 hari komulasi.

“Kita tidakingin ada pegawai Dispora berhenti hanya gara-gara malas dan tidak displin. Ini menjadi tantangan. Jika itu terjadi, merupakan kegagalan dalam proses pembinaan pegawai. Karenanya sosialisasi ini menjadi kegiatan penting dalam rangka pembinaan disiplin pegawai,” tambahnya.

Pun demikian Pergub tentang ketentuan pengisian daftar hadir PNS. Disosialisasikan agar jajaran Dispora memahami prosedur pelaksanaannya. Apalagi pelaksanannya juga sekaligus dijadikan alat pengukuran kinerja pegawai. Karenanya dirasa perlu menhadirkan narasumber dari isntansi terkait yang dianggap lebih memahami mekanisme pelaksanaannya.

Sigit juga menyampaikan bahwa saat ini di Dispora kaltim terdapat 66 pegawai yang pengangkatannya berasal dari formasi atlet/pelatih berprestasi.

"Mereka ini diangkat karena prestasi atau medali yang diraihnya, dengan ijazah pendidikan minimal sma. Yang menjadi masalah adalah hingga kini belum terdapat pedoman penilaian angka kredit Tenaga Fungsional Pelatih yang menjadi tolak ukur kenaikan pangkat mereka. 25 Pegawai angkatan pertama telah dinaikkan pangkatnya secara reguler setelah mengabdi selama 4 tahun,"jelasnya.

Kepada BKD Provinsi Kaltim, dirinya berharap agar Tenaga Fungsional ini juga diberi kesempatan penyesuaian ijzah karena 10 orang tenaga fungsional pelatih yang ada telah memiliki ijazah S1 bahkan S2 saat mereka diangkat menjadi pegawai negeri sipil, namun diangkat pada golongan II/a (SMA sederajat).

"Berdasarkan PP Nomor 99 tahun 2000 tentang kenaikan pangkat PNS sebagaimana telah diubah dengan PP 12 tahun 2002 pada pasal 18 antara lain disebutkan bahwa PNS yang memperoleh ijasah S-1 berpangkat pengatur tingkat I golongan ruang II/d kebawah dapat dinaikkan pangkatnya menjadi penata muda golongan ruang III/a dengan ketentuan, pertama diberikan tugas yang memerlukan pengetahuan/keahlian yang sesuai dengan ijasah yang diperoleh. Selanjutnya sekurang-kurangnya telah 1 (satu) dalam pangkat terakhir, kemudian setiap unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baik dalam satu tahun terakhir. Selain itu bagi yang menduduki jabtan fungsional telah memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan dan terakhir lulus ujian penyesuaian kenaikan pangkat"jelas Sigit.

Ditambahkannya bahwa pada pasal 18 Ayat (1) yang dimaksud dengan memperoleh dalam ketentuan ini, termasuk bagi PegawaiNegeri Sipil yang telah memiliki Surat Tanda Tamat Belajar/Ijazah yang diperolehsebelum yang bersangkutan diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil. (arf/rdi)

 

 

 

Sambut JPI 2013 TNI/POLRI , SKPD dan OKP Bersih-Bersih Stadion Palaran

Tuesday, 22 October 2013 03:51 rusmul
Print PDF

SAMARINDA - Demi mensukseskan Jambore Pemuda Indonesia (JPI) 2013, jajaran TNI/Polri, organisasi kemasyarakatan dan pemuda (OKP), SKPD Pemprov Kaltim maupun Pemkot Samarinda mengelar aksi bersih-bersih di kawasan Stadion Utama Palaran Samarinda. Kompleks stadion ini akan menjadi tempat penyelenggaraan even nasional tersebut.

"Kegiatan  ini untuk mendukung  suksesnya pelaksanaan Jambore  Pemuda Indonesia sekaligus peringatan Hari Sumpah Pemuda," kata Kasrem 091/ASN Kolonel Budi Edwar di sela-sela aksi bersih-bersih, Jumat (18 /10).    
Aksi ini juga sekaligus karya bakti TNI khususnya jajaran Korem 091/ASN, dalam rangka peringatan HUT TNI   yang jatuh pada 5 Oktober lalu.  
"Aksi bersih-bersih ini, sekaligus bentuk kemanunggalan TNI bersama rakyat, karena kalau TNI solid bersama rakyat, TNI akan kuat, " tegasnya.  
Kemanungalan TNI bersama rakyat nantinya tidak hanya berhenti disini saja, tapi harus  berkesinambungan.  Dia melanjutkan, momen nasional ini  harus didukung agar sukses, apalagi  perwakilan pemuda ASEAN juga akan hadir di sini.  
Terpisah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kaltim H Sigit Muryono mengatakan, Kaltim sudah siap menjadi tuan rumah Jambore Pemuda Indonesia (JPI) dan Jambore Pemuda ASEAN. Untuk mensukseskan kegiatan ini diperlukan kerjasama semua pihak.  
"Sebagai tuan rumah yang baik, kami terus mempersiapkan semua yang dibutuhkan peserta salah satunya kebersihan lingkungan dan hari ini dilakukan aksi bersih-bersih," jelasnya.
Selain itu, sejumlah fasilitas dan sistem kebersihan di Stadion Utama ini juga akan terus ditingkatkan, termasuk sedikit perbaikan kondisi jalan agar lebih mulus.
Memaksimalkan kegiatan JPI nanti, panitia juga akan menyediakan stand pameran bagi peserta JPI dan para pemuda ASEAN peserta Jambore Pemuda ASEAN (JPA) yang rencananya menjadi rangkaian HSPN. Stand pemeran disediakan khusus untuk memamerkan hasil kreatifitas pemuda termasuk mempromosikan potensi pariwisata daerah.   
'"Bagi Kaltim dan Samarinda sebagai tuan rumah tentunya kegiatan ini menjadi kesempatan penting mempromosikan potensi pariwisata daerah agar diketahui secara nasional dan internasional," ungkapnya.  
Pada aksi bersih-bersih tersebut, nampak prajurit TNI/Polri, OKP dan SKPD berbaur menjadi satu membersihkan kawasan stadion Palaran, tanpa memandang pangkat atau jabatan. Beberapa dari mereka ada yang masuk ke parit untuk mengangkat lumpur, ada juga membabat ranting maupun membersihkan rumput liar.
JPI akan diikuti ribuan peserta dan ofisial dari 33 provinsi, kemudian dari sepuluh negara di ASEAN, termasuk peserta dari 14 kabupaten/kota di Kaltim. Kawasan ini diprediksi  akan ramai, sehingga diperlukan berbagai fasilitas pendukung agar para tamu merasa puas. (sar/hmsprov)

 

Dispora Sosialisasikan PP46/2011 bagi PNS dilingkungannya

Tuesday, 08 October 2013 13:53 rusmul
Print PDF

Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Timur sebagai bagian dari Pemerintah selalu berupaya menjalankan setiap Peraturan Pemerintah maupun Peraturan Perundang-undangan lainnya dengan sebaik-baiknya, termasuk peraturan yang menyangkut Pegawai Negeri Sipil yang ada di dalamnya.

 

 

 

Setelah mensosialisasikan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 53 tahun 2010 tentang

 

 

 

disiplin pegawai negeri sipil pada tahun lalu, Dispora kembali mensosialisasikan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS).

 

 

 

Sosialisasi yang dilangsungkan di Aula Dispora Kaltim Kompleks Stadion madya Sempaja Samarinda tersebut, disampaikan langsung oleh Kepala Dispora Kaltim, Sigit Muryono, dengan diikuti oleh seluruh PNS di lingkungan Dispora Kaltim pada Senin (7/10) lalu.

 

 

 

Disampaikan Sigit bahwa PNS selama ini mendapatkan penilaian berdasarkan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan atau yang lebih dikenal dengan singkatan DP3.

 

 

 

"Nantinya Penilaian bagi PNS tak hanya pada apa yang tertera di DP3, namun akan menggabungkan Sasaran Kerja Pegawai (SKP) dan penilaian perilaku sebagai penilaian prestasi kerja yang menjadi sebuah rekomendasi apakah PNS tersebut bisa dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi atau harus mengikuti diklat lanjutan," kata Sigit.

 

 

 

Adapun skor penilaian adalah Sasaran Kerja Pegawai (SKP) dengan bobot 60 persen dan penilaian prilaku 40 persen. Demikian jumlah akhir akan diketahui apakah kinerja seorang PNS memiliki kriteria cukup, baik ataukah baik sekali.

 

 

 

Untuk itu maka PNS secara individu  akan akan melakukan kontrak kerja secara berjenjang, yaitu seorang staf akan melakukan kontrak kerja dengan kepala seksi, selanjutnya kepala seksi melakukan kontrak kerja dengan kepala bidang dan seterusnya, katanya.

 

 

 

"Dengan Kontrak kerja ini, maka PNS harus memiliki target yang harus direalisasikan di akhir tahun dan selanjutnya dipertanggungjawabkan dan ditandatangani paling lambat akhir bulan Januari pada tahun selanjutnya," tambahnya.

 

 

 

Maka lanjutnya pembinaaan PNS akan dilakukan berdasarkan sistem prestasi kerja dan sistem karier yang dititikberatkan pada sistem prestasi kerja yang menjamin objektifitas dalam pengangkatan jabatan ataupun kenaikan pangkat.

 

 

 

Prestasi kerja merupakan alat kendali agar setiap kegiatan pelaksanaan tugas dan pokok dan fungsi oleh setiap PNS, selaras dengan tujuan yang ditetapkan dalam rencana strategis (renstra)dan rencana kerja (renja) organisasi, katanya.

 

 

Penerimaan Siswa SKOI Sekaligus Pencarian Atlet Baru

Wednesday, 08 May 2013 01:50 rusmul
Print PDF

 

SAMARINDA -- Penerimaan siswa Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) Kaltim yang dilakukan tiap tahun, termasuk tahun ajaran 2013/2014, disebut Kepala Dispora Kaltim, H Sigit Muryono, sekaligus sebagai upaya pencarian atlet baru di Kaltim. Penerimaan hanya untuk mengisi yang degradasi, tidak khusus penerimaan siswa baru seperti sekolah umum.

"Ini bisa dibilang TC (training center) atau pusat pelatihan atlet sepanjang tahun. Karena statusnya pelajar, sekaligus direkrut sebagai siswa jenjang SMP dan SMA," ucap Sigit ketika dikonfirmasi soal penerimaan siswa SKOI Kaltim tahun ajaran 2013/2014, di Samarinda, Senin (6/5).

Menurut dia, bagi mereka yang tidak mencapai target selama satu tahun akan didegradasi. Cabor (cabang olahraga) yang kosong karena degradasi tersebut diganti dengan yang lebih baik melalui proses penerimaan siswa baru dimaksud.

Degradasi sendiri terjadi karena beberapa faktor. Mulai dari karena lulus sekolah (bagi pelajar tingkat SMA) maupun mengundurkan diri, prestasinya stagnan dan dianggap tidak bisa ditingkatkan lagi, hingga terjadi penurunan prestasi. Penetapannya berdasarkan evaluasi panjang selama satu tahun.

"Setiap hari, setiap minggu, setiap bulan dan setiap tahun terus dilakukan evaluasi. Komulasi setahun tidak bisa dipertahankan akan didegradasi," terangnya.

Menurut Sigit, siapa saja boleh mendaftar menjadi siswa SKOI Kaltim. Namun, tentu harus memenuhi syarat sesuai ketentuan berlaku dan harus ada cabor yang kosong. Di antaranya harus berprestasi pada cabor tertentu baik tingkat kabupaten/kota, tingkat provinsi, maupun tingkat nasional.

"Mereka yang ingin menjadi siswa SKOI harus menuhi syarat itu. Prestasi menjadi tiket utama masuk SKOI, selain harus lulus tes dan umur di bawah 16 tahun. Jika diterima akan bergabung di Sekolah Negeri SMP khusus olahragawan dan SMA Negeri khusus olahragawan di Kaltim," sebutnya seraya menimpali mekanisme proses pendaftaran termasuk persyatarannya ada dibrosur, website Dispora Kaltim (www.disporakaltim.info) dan pemberitahuan ke masing-masing KONI kabupaten/kota.

Sigit menyatakan, kuota SKOI hanya menampung 112 siswa dengan 20 cabor, yakni Karate, Kempo, Taekwondo, Judo, Anggar, Atletik, Gulat, Senam, Tenis Lapangan, Tenis Meja, Wushu, Pencaksilat, Sepatu Roda, Balap Sepeda, Renang, Panjat Tebing, Panahan, Catur, Angkat Besi dan Layar. Artinya, penerimaan siswa baru hanya memenuhi kuota tersebut jika terdapat cabor yang kosong.

Dalam hal ini 21 siswa SKOI tingkat SMA yang baru saja mengikuti Ujian Nasional (UN) kelulusan 2013. Selain itu, terdapat 6 siswa yang mengundurkan diri dan tiga siswa lainnya yang terkena degradasi. "Yang jelas penerimaan hanya untuk mengisi kekosongan atlet pada cabor-cabor tertentu saja, kecuali jika keinginan menambah kuota siswa per Januari 2014 diwujudkan," tandasnya.

 


Page 1 of 4
Informasi Lain

Gallery Dispora

Situs Terkait