Berita

Sumsel Intip Keberhasilan Pengelolaan SKOI Kaltim

Tuesday, 24 June 2014 05:42 rusmul
Print PDF

SAMARINDA – Keberhasailan pengelolaan Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) Kaltim yang ditandai banyaknya torehan prestasi atlet terus mencuri perhatian provinsi di tanah air. Salah satunya Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) yang melakukan studi banding untuk “mengintip” pola pengelolaan SKOI dengan semboyan go internasional.

“Beberapa waktu lalu kita menerima kunjungan Pemprov Sumsel yang diwakili jajaran Dispora, DPRD, dan Disdik. Mereka melakukan studi banding tentang SKOI karena penasaran dengan semboyan go internasional yang kita usung,” ungkap Kepala Dispora Kaltim, Sigit Muryono ketika berbincang dengan wartawan, di Samarinda, Jumat (20/6) .

Padahal awal kali pendirian SKOI Kaltim, Pemprov Kaltim pernah belajar ke Sumsel tentang pengelolaannya. Sekarang, karena prestasi dan semboyan yang menarik SKOI Kaltim go internasional Kaltim mendapat kunjungan balasan dari Sumsel.

Selain itu, Provinsi Sumsel juga ingin menggali informasi mendalam tentang proses pembinaan yang menghantarkan SKOI Kaltim menjadi sekolah acuan nasional. Yakni bagaimana pergi Kota Darwin, Australia bisa berprestasi di Arafura Games, kemudian pergi ke Thailand berprestasi di Internasional Sport School Games, maupun kejuaraan tingkat internasional lain dengan prestasi yang tidak kalah gemilang.

Tidak terkecuali keberhasilan atlet binaan SKOI Kaltim memberi kontribusi 11,4 persen medali bagi Bumi Ruhuy Rahayu pada PON XVIII Riau kemarin, sehingga menempati peringkat lima nasional perolehan medali.

“Ini yang ingin mereka kaji, kenapa SKOI Kaltim masih baru sudah bisa berprestasi seperti itu,” tegasnya.

Menurut Sigit, studi banding juga untuk mempelajari kurikulum SKOI, serta dasar pembentukannya sehingga bisa saling mendukung dalam pendanaan.

Dijelaskan Sigit, berdasarkan UU No 20/2003 tentang sistem pendidikan nasional diamanatkan bahwa kebijakan pendidikan hanya satu, tapi penyelenggara pendidikan boleh siapa saja. Tidak terkecuali Dispora untuk pendidikan bidang olahrga.

“Payung hukumnya SKB (surat kesepakatan bersama) tiga menteri, yakni Menpora, Mendagri, dan Mendikbud agar SKOI tetap eksis. Pembagian kewenangan pendanaannnya jelas. Untuk hal terkait pengembagan atlet keolahragaan kewenangan dispora, berkaitan pengembangan mutu pendidikan sharing dengan disdik,” sebutnya.

Selain itu, kedatangan jajaran Pemprov Sumsel juga dalam kaitan menawarkan kerjasama olahraga dengan Pemprov Kaltim. Khususnya berkaitan pengelolaan stadion karena Sumsel terkenal berhasil mengelola stadion olahraga.

Dibuktikan Gubernur Sumsel berhasil memperoleh penghargaan dari presiden sebagai daerah yang rajin selenggarakan even olahraga regional, nasional dan internasional bergengsi. Gubernur Sumsel mendapat penghargaan bersama Gubernur DIY sebagai Ketua KONI terlama, dan Gubernur Kaltim sebagai kepala daerah yang memberi perhatian sangat tinggi tinggi terhadap peningkatan prestasi olahrga.

“Kita juga akan belajar pengelolaan stadion seperti dilakukan Sumsel. Jadi tidak hanya studi banding, tapi juga menawarkan kerjasama baik untuk pengelolaannya,” tambahnya. (arf-bd)

 

Dispora Kaltim Terapkan Dua Jalur PSB SKOI 2014

Thursday, 19 June 2014 04:50 rusmul
Print PDF

 

SAMARINDA – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim menerapkan dua jalur penerimaan siswa baru (PSB) bagi siswa SMP dan SMA Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) Kaltim tahun 2014.

“PSB tahun ini kita terapkan jalur degradasi untuk mengisi kekosongan atlet yang dinyatakan lulus sekolah, serta jalur koordinasi dengan pengurus provinsi (pengprov) dan KONI untuk memenuhi penambahan kuota dari 120 orang menjadi 500 orang,” sebut Kepala Dispora Kaltim, Sigit Muryono ketika dikonfirmasi, di Samarinda, Senin (9/6).

Khusus jalur degradari, jelas dia, diisi SKOI dengan tetap berkoordinasi Pengprov dan KONI untuk mengisi atlet yang terdegradasi karena telah lulus sekolah. Yakni 24 siswa SMA Negeri SKOI dan 16 siswa SKOI yang telah dinyatakan lulus UN tahun ajaran 2013/2014.

Terkait kesiapan sarana dan prasarana untuk menampung 500 atlet, Sigit mengaku secara bertahap akan dipenuhi sampai pembangunan Gedung SKOI di Komplek Stadion Utama Kaltim di Palaran rampung. Sementara waktu, sebagian diasramakan di Pusat Pendidikan dan Latihan olahraga Pelajar (PPLP), sebagian di SKOI, dan selebihnya tetap tinggal bersama orang tua.

“Tapi tetap latihannya dikoordinir pengcab. Kalau sudah selesai, baru semua diasramakan di Gedung SKOI Kaltim,” katanya.

Pun demikian dengan program pelatihan, Sigit berharap programnya sinergis dengan program pembinaan di pengprov. Yang membedakan, pembinaan SKOI untuk atlet dini usia, sedangkan pengprov atlet profesional.

“Ini agar satu visi dan satu komando dalam pembinaan. Termasuk target prestasi yang ditetapkan,” tegasnya.(bdarf)

 

 

Dispora Kaltim Seleksi Wakil Kaltim ke Paskibraka Nasional

Thursday, 22 May 2014 08:19 rusmul
Print PDF

SAMARINDA Sebanyak 40 pelajar berasal dari sekolah unggulan dari 10 kabupaten dan kota se-Kaltim mengikuti seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional untuk bertugas pengibar bendera di Istana Negara pada 17 Agustus mendatang.

Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan dan Polhukam Ahmadi pada seleksi calon Paskibraka mengemukakan momentum seleksi calon peserta Paskibraka ini hendaknya juga dapat dijadikan sebagai pemicu semangat berkorban, semangat patriotisme dan semangat membangun.

Para calon Paskibraka selain dituntut mampu menjalankan tugas di saat pengibaran bendera pusaka 17 Agustus nanti, diharapkan, kelak mereka juga dapat menjadi figur utama yang siap tampil dan berperan lebih maksimal dalam pembangunan sesuai profesi masing-masing.

“Sudah seharusnya seleksi ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sebagai media untuk menunjukkan kemampuan yang dimiliki peserta sebagai Paskibraka. Kalian adalah putra putri terbaik dan ikutilah seluruh rangkaian seleksi ini dengan menjunjung sportifitas,” pesannya.

Sementara Ketua Panitia Seleksi Syahril mengemukakan dari 40 peserta seleksi ini akan dipilih empat peserta terbaik untuk mewakili Kaltim di tingkat nasional atau menjadi petugas pengibar bendera di Istana Negara pada hari kemerdekaan 17 Agustus 2014.

“Nantinya  para peserta terpilih dari seluruh provinsi bergabung di Jakarta termasuk peserta dari  Kaltim. Selanjutnya, akan mengikuti pelatihan selama satu bulan di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional Cibubur di Jakarta,” ujar Syahril.

Syahril menambahkan selama pelatihan di Jakarta akan dilakukan seleksi dan bagi peserta yang tidak terpilih menjadi petugas Paskibraka di Istana Negara akan kembali ke daerah menjadi peserta Paskibra untuk tingkat provinsi.

 

Adapun 40 peserta tersebut berasal dari Samarinda 17 orang, Bontang empat orang, Balikpapan dan Kutai Barat serta Berau masing-masing tiga orang. Sementara Mahakam Ulu dan Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, Kutai Timur dan Paser masing-masing mengirimkan dua orang.

#VB/mas

 

FOTO :
Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan dan Polhukam Ahmadi ketika memasang tanda peserta kepada perwakilan peserta.


 

SKOI Kaltim kembali lulus 100%, Harapan Gubernur AFI kembali terwujud

Thursday, 22 May 2014 07:38 rusmul
Print PDF

 

* 4 tahun Beruntun, Pertama sejak Terakreditasi A

Tahun Pelajaran 2013/2014 merupakan tahun perdana SKOI Kaltim melaksakan Ujian Nasional jenjang SMA/MA secara Mandiri (tidak menggabung), hal ini seiring dengan telah terakreditasinya satuan pendidikan SMAN Khusus Olahragawan dengan predikat A (sangat baik) oleh BAN S/M Provinsi Kalimantan Timur tahun 2013. Berbagai rencana dan persiapan telah dilakukan guna meraih sukses ganda yakni sukses penyelenggaraan dan sukses hasil UN.

“Dengan beberapa kali melaksanakan Try out sebagai simulasi pelaksanaan UN sertamengacu pada POS UN 2014 kami menjamin pelaksanan UN sesungguhnya berjalan lancar, untuk hasil UN, kita telah percayakan pembinaan siswa kepada segenap dewan guru baik di SMP maupun SMA Khusus Olahragawan” ungkap Sigit Muryono Kadispora Prov. Kaltim saat mengujungi Pelaksanaan UN SMA sederajat beberapa saat yang lalu.

Seperti pada 3 tahun sebelumnya hasil UN tahun ini juga mencatatkan hasil yang membanggakan, kelulusan siswa Kelas XII SMAN Khusus Olahragawan SKOI Kaltim yang terdiri dari 16 siswa jurusan IPS dan 8 siswa Jurusan IPA mencapai 100%. Rata – rata tertinggi nilai UN diperoleh mata pelajaran Bahasa Indonesia yakni 8,60 dan terendah diraih oleh mata pelajaran Matematika yakni 4,25.

“Nilai Ujian Nasional memang bukan satu-satunya faktor penentu kelulusan sebab masih dipersentase dengan Nilai Sekolah dengan bobot 60% dan 40%, namun hasil ini tetap memberi rasa bangga ditengah peran ganda yang pikul anak-anak SKOI karena disamping mereka harus Lulus Ujian Nasional secara akademis mereka harus pula berprestasi dibidang olahraga” jelas kepala UPTD SKOI Kaltim Drs. Agus Tianur,M.Si.

Kadispora pun menyambut baik hasil ini dengan sukacita. “Alhamdulillah, hasil ini buah kerja keras semua pihak, tentu sesuai motto SKOI Kaltim yakni olahraga Nomor 1, Akademik tetap yang pertama, maka SKOI dibangun dengan tak hanya melakukan pembinaan maksimal di prestasi olahraga para atletnya, tapi juga memperhatikan pendidikan mereka,”ujarnya

 

Sebagaimana tujuannya saat didirikan dulu, Gubernur Awang Faroek Ishak pada saat itu melihat banyak sekali atlet muda Kaltim yang masih berusia sekolah, mengalami kendala di pendidikan, bahkan tak jarang diantara mereka harus tinggal kelas. Untuk itu, Gubernur pun menelurkan ide cemerlang dengan mendirikan SKOI Kaltim, guna mengakomodir kendala perkembangan pendidikan atlet usia sekolah saat itu, disamping juga memanfaatkan fasilitas olahraga eks pelaksanaan PON XVII-2008.

#foto : Suasana Gembira dan haru menyeliputi guru dan Siswa SKOI, sesaat setelah pengumuman kelulusan

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

 

Tahun Depan, Gubernur Minta Lomba Poco-poco Lebih Diperluas

Monday, 19 May 2014 05:15 rusmul
Print PDF

SAMARINDA – Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak meminta penyelenggaraan lomba senam poco-poco lebih diperluas tahun depan. Ini agar even tahunan pertandingan olahraga masyarakat ini semakin diikuti banyak peserta dari berbagai daerah di Kaltim.

“Ke depan diharap diikuti peserta dari kabupaten/kota se Kaltim. Semakin banyak klub yang mendaftar, maka semakin maksimal pula penjaringan kelompok senam poco-poco yang cukup berprestasi dan bisa diandalkan di ajang nasional,” seru Gubernur Faroek dalam sambutan yang disampaikan Asisten I Sekprov Kaltim, Aj Sayid Faturrahman sebelum membuka lomba poco-poco se Kaltim, di Gedung Bulutangkis Komplek Stadion Madya Sempaja, Samarina, Minggu (11/5).

Menurutnya, prestasi klub senam Kaltim selama ini masih belum berkilau di kancah Nasional. Itu sebabnya, perlu upaya untuk menjaring bibit kelompok senam yang bisa membanggakan Kaltim di berbagai kejuaran senam poco-poco. Salah satunya dengan sering menyelenggarakan lomba serupa. Baik tingkat Kaltim, maupun tingkat kabupaten/kota se Kaltim.

Selain itu, penyelenggaraan berbagai lomba serupa diharap dapat memasyarakatkan olahraga senam poco-poco. Jika terwujud, dengan sendirinya dapat meningkatkan kebugaran masyarakat.

UU No 3/2005 tentang sistem keolahragaan nasional mangamanatkan instansi membidangi pembinaan olahraga turut serta dalam perencanaan, pengembangan, dan pembinaan olahraga. Lomba poco-poco salah satunya. Mengajak masyarakat terlibat. Setelah keikut sertaan diharap bisa meningkatkan kualitas SDM, karena mereka sehat dan bugar.

“SDM berkualitas hanya mungkin diciptakan jika orangnya sehat. Sehat hanya dapat dihasilkan dengan pembinaan fisik. Memasyaraktkan poco-poco merupakan bagian pembinaan fisik,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana, Ego Arifin mengatakan, lomba hanya sebagai fasilitasi menunjukan potensi klub-klub yang ada. Sedangkan penjaringan hingga pembinaan atlet menjadi kewenangan klub.

Terlebih olahraga yang dilombakan hanya olahraga masyarakat. Tidak seperti olahraga prestasi yang bisa disalurkan sebagai bibit atlet nasional.

“Dispora bukan mencari bibit untuk tingkat nasional. Tujuan utamanya hanya untuk memasyarakatkan agar lebih banyak masyarakat berpoco-poco, sehingga mereka hidup sehat,”katanya.

Disisi lain, Kabid Keolahragaan Dispora Kaltim ini mengaku peserta lomba poco-poco tahun ini meningkat sekitar 50 persen dari tahun lalu. Indikasinya masyarakat sudah mencintai dan menyenangi olahraga masyarakat tersebut.

“Ini yang tercatat. Belum lagi klub lain yang berhalangan tidak bisa ikut lomba. Makanya kita sudah rencanakan tahun depan akan melibatkan seluruh SKPD Kaltim sebagai peserta. Termasuk SKPD dan kelompok masyarakat kabupaten/kota se Kaltim ,” katanya.

Lomba poco-poco diikuti 28 klub yang berasal dari 14 klub kategori Instansi/SKPD Kaltim, dan 14 klub kategori umum. Mereka memperbutkan tropi penghargaan dan uang pembinaan untuk juara I sampai harapan III setiap kategorinya.

Keluar sebagai juara kategori Instansi/SKPD, Dispora Kaltim (juara I) dengan poin 94,5, Bankaltim (juara II) dengan poin 86,7, Dinas Pendidikan Samarinda (juara III) dengan poin 85,55. Selanjutnya Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Atmahusada Mahakam Samarinda (harapan I) dengan poin 83,75, kemudian Polresta Samarinda (harapan II) dengan poin 83,65, serta Korpri PPU (harapan III) dengan poin 83.

Sedangkan kategori umum, Klub Medina Studio (juara I) dengan poin 99,6, Persit Kodim Samarinda (juara II) dengan poin 92,15, Vina Studio (juara III) dengan poin 91, Atena Studi (harapan I) dengan poin 90,8, Hanny Aerobic Club (harapan II) dengan poin 89,9, serta PM Studio (harapan III) dengan poin 89,3.(arf)

 

 


Page 2 of 16
Informasi Lain

Gallery Dispora

Situs Terkait