Berita

Manfaat TTG Besar Tuk Percepat Pembangunan Daerah

Wednesday, 25 June 2014 01:53 rusmul
Print PDF

SAMARINDA -- Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak mengatakan, Teknologi Tepat Guna (TTG) memiliki manfaat yang cukup besar dalam rangka mempercepat pembangunan di daerah. Khususnya menunjang keberdayaan masyarakat untuk terlibat dalam pembangunan.

“Seperti kita ketahui keberadaan TTG di tengah-tengah masyarakat sudah cukup banyak membantu percepatan pembangunan daerah. Keberadaannya menjadikan masyarakat yang tidak berdaya menjadi berdaya untuk terlibat mengisi pembangunan sesuai potensi, profesi, dan keahlian yang dimiliki,” sebut Gubernur Faroek saat memberikan sambutan selamat datang pada jamuan makan malam (welcome dinner) Gelar TTG XVI, di Ballroom Hotel Aston, Samarinda, Rabu (18/6).

Gubernur menilai perlu upaya menggali kreatifitas masyarakat untuk menciptakan teknologi yang berguna membangun daerahnya. Oleh sebab itu, pihaknya menilai penyelenggaraan Gelar TTG perlu terus diselenggarakan.

Kegiatan tersebut dapat memotivasi masyarakat menunjukan hasil karya yang dihasilkan, sehingga memotivasi mereka menciptakan inovasi teknologi terapan yang terbaik untuk dipromosikan secara luas.

“Ini harapan kita. Baik tingkat daerah maupun tingkat nasional menjadi agenda rutin tahunan,” harapnya.

Khusus Kaltim, Faroek bertekad untuk terus menyelenggarakan Gelar TTG tingkat provinsi dengan menggilir kabupaten/kota se Kaltim menjadi tuan rumah penyelenggaraan. Tujuannya tidak lain untuk menggali potensi inovasi teknologi terapan baru sesuai kebutuhan masyarakat setempat.

Welcome dinner kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan hiburan. Gubernur Faroek berkesempatan mendendangkan tembang kenangan berduet dengan Artis Ibukota Iyet Bustami. Tidak hanya itu, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi beserta istri juga sempat diajak menyumbangkan suaranya.(arf)

 

Teks Foto : Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak bernyanyi bersama Ny Vita Nova Gamawan Fauzi ditemani Artis Ibukota Iyet Bustami.(foto:diskominfo/rizky)

sumber : http://diskominfo.kaltimprov.go.id


 

Wapres Minta Posyantek Jadi Sentra Inovasi dan Koordinasi Pelayanan Teknologi

Wednesday, 25 June 2014 01:51 rusmul
Print PDF

*Pembukaan Gelar TTG Nasional XVI

SAMARINDA -- Pesan penting yang ingin disampaikan memaknai penyelenggaraan Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG-) Nasional XVI di Kaltim bagaimana setiap daerah bisa membentuk sentra inovasi dan sentra koordinasi dalam rangka peningkatan kualitas teknologi terapan yang dihasilkan masyarakat.

“Peran posyantek (pos pelayanan teknologi) harus ditingkatkan menjadi sentra inovasi dan sentra koordinasi pelayanan penemuan teknologi,” tegas Wakil Presiden RI Boediono sebelum membuka Gelar TTG Nasional XVI, di Stadion Madya Sempaja Samarinda, Kamis (19/6)

Intinya masing-masing daerah harus bisa membentuk sentra koordinasi yang bisa mengkoordinir pelayanan penemuan teknologi berkaitan penentuan teknologi yang tepat disesuaikan kondisi daerah hingga proses pemanfaatannya. Khususnya dalam rangka menyesuaikan teknologi penemuan masyarakat dengan kultur, budaya, dan SDA yang ada di setiap daerah.

Gilirannya diharapkan dapat menimbulkan dampak bagi kemajuan pembangunan daerah masing-masing. Sebab, keberadaan TTG dianggap penting bagi kemajuan daerah dan bangsa. “Prestasi bangsa awalnya juga datang dari daerah,” sebutnya.

Selain itu, Boediono juga minta peran pemerintah daerah dimaksimalkan dalam mendukung pengembangan TTG yang dihasilkan masyarakat. Utamanya berkaitan upaya peningkatan kapasitas menjadi calon penerepan teknologi.

“Makanya peran pemerintah pusat bersama pemda dibutuhkan untuk menunjang pengembangan TTG. Termasuk dibutuhkan dukungan kerjasama dengan perguruan tinggi, lembaga penelitian terkait, serta perbankan karena berkaitan penterjemahan inovasi menjadi terknologi membutuhkan dana,” sebutnya.

Pembukaan ditandai pemencetan tombol oleh Wapres Boediono didampingi Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, dan Wakil Menteri Hukum dan HAM RI, Denny Indrayana. Wapres juga berkersempatan meninjau lokasi pameran TTG dari 34 provinsi se Indonesia. Hadir dalam acara pembukaan gubernur, bupati, dan walikota, serta perwakilan 34 provinsi se Indonesia.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan penghargaan posyantek berprestasi tingkat nasional, sertifikat hak kekayaan intelektual bagi investor TTG, hak paten peneliti, juara lomba inovasi remaja, dan penandatangan nota kesepahaman (MoU) antara Dirut BPJS dengan Mendagri tentang optimalisasi peran pemda melaksanakan jaminan kesehatan nasional (JKN).(arf)

 

Teks Foto : Wapres Boediono melakukan pemencetan tombol sirine menandai pembukaan Gelar TTG Nasional XVI, di Komplek Stadion Madya Sempaja, Samarinda, Kamis (19/6). (Foto:diskominfo/yoyo)

sumber: http://diskominfo.kaltimprov.go.id


 

Pangdam VI/Mlw Pastikan Kesiapan Keamanan Kedatangan Wakil Presiden

Wednesday, 25 June 2014 01:21 rusmul
Print PDF

SAMARINDA- Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI Mulawarman, Mayjen TNI Dicky W. Usman menyatakan segenap jajaran KODAM VI/Mulawarman siap melakukan pengawalan dan melaksanakan pengawalan terkait rencana kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia, Boediono untuk membuka gelaran Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional pada tanggal 19 Juni 2014 di Stadion Sempaja Samarinda Kaltim.

"Saya harus menjamin dan memastikan bahwa persiapan untuk keamanan lancar dan berjalan sesuai yang diharapkan termasuk diantaranya mengantisipasi treor bom. Kita melakukan persiapan strerilisasi lapangan serta rute convoi kendaraan Wakil Presiden dengan sebaik-baiknya. Kita tunjukkan kepada Wapres kalau Kaltim mampu dan bisa," ungkapnya ketika ditemui pada persiapan gladi bersih TTG di Gor Sempaja, Selasa (17/6).

Dicky menambahkan pihaknya  menjamin keamanan untuk seluruh rangkaian kegiatan TTG, khususnya saat kedatangan Wakil Presiden. Dijelaskannya bahwa utnuk itu disedian personil gabungan untuk mengamankan kedatangan orang nomor 2 di Indonesia dengan tingkat pengamanan Very Very Important Respon (VVIP).

“Sudah menjadi kewajiban bagi kami, bahwa pengamanan pejabat Negara kami siapkan pengamanan ekstra, apalgi yang datang adalah Presiden atau Wapres, jadi tidak boleh ada gangguan selama kedatangan Pak Boediono di sini,” ujarnya.

Selain itu, dirinya mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan personil Raider untuk melakukan langkah-langkah pengamanan apabila terjadi kondisi darurat, termasuk juga dengan menambahkan kesiapan kendaraan anti peluru di sejumlah titik yang telah ditentukan.

“Kita harus menyiapkan keamanan ini dengan sebaik-baiknya, meskipun kondisi Kaltim hakikatnya aman, namun kita tidak boleh lengah. Untuk itu kesiapan personil harus maksimal ditambah juga kita melakukan kerjasama dengan jajaran Polda Kaltim menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan guna menjaga kondusifitas dan keamanan daerah,” tambahnya.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya akan melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat, yakni untuk menyadarkan warga tentang pentingnya menciptakan suasana yang aman dan damai karena hal itu juga berdampak pada kelancaran masuknya investasi ke Kaltim.

Pelaksanaan Gelar TTG Nasional sendiri akan dipusatkan di Kompleks Stadion Madya Sempaja, Samarinda selama enam hari, yakni mulai 18 Juni hingga 23 Juni 2014.

 

 

Sumsel Intip Keberhasilan Pengelolaan SKOI Kaltim

Tuesday, 24 June 2014 05:42 rusmul
Print PDF

SAMARINDA – Keberhasailan pengelolaan Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) Kaltim yang ditandai banyaknya torehan prestasi atlet terus mencuri perhatian provinsi di tanah air. Salah satunya Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) yang melakukan studi banding untuk “mengintip” pola pengelolaan SKOI dengan semboyan go internasional.

“Beberapa waktu lalu kita menerima kunjungan Pemprov Sumsel yang diwakili jajaran Dispora, DPRD, dan Disdik. Mereka melakukan studi banding tentang SKOI karena penasaran dengan semboyan go internasional yang kita usung,” ungkap Kepala Dispora Kaltim, Sigit Muryono ketika berbincang dengan wartawan, di Samarinda, Jumat (20/6) .

Padahal awal kali pendirian SKOI Kaltim, Pemprov Kaltim pernah belajar ke Sumsel tentang pengelolaannya. Sekarang, karena prestasi dan semboyan yang menarik SKOI Kaltim go internasional Kaltim mendapat kunjungan balasan dari Sumsel.

Selain itu, Provinsi Sumsel juga ingin menggali informasi mendalam tentang proses pembinaan yang menghantarkan SKOI Kaltim menjadi sekolah acuan nasional. Yakni bagaimana pergi Kota Darwin, Australia bisa berprestasi di Arafura Games, kemudian pergi ke Thailand berprestasi di Internasional Sport School Games, maupun kejuaraan tingkat internasional lain dengan prestasi yang tidak kalah gemilang.

Tidak terkecuali keberhasilan atlet binaan SKOI Kaltim memberi kontribusi 11,4 persen medali bagi Bumi Ruhuy Rahayu pada PON XVIII Riau kemarin, sehingga menempati peringkat lima nasional perolehan medali.

“Ini yang ingin mereka kaji, kenapa SKOI Kaltim masih baru sudah bisa berprestasi seperti itu,” tegasnya.

Menurut Sigit, studi banding juga untuk mempelajari kurikulum SKOI, serta dasar pembentukannya sehingga bisa saling mendukung dalam pendanaan.

Dijelaskan Sigit, berdasarkan UU No 20/2003 tentang sistem pendidikan nasional diamanatkan bahwa kebijakan pendidikan hanya satu, tapi penyelenggara pendidikan boleh siapa saja. Tidak terkecuali Dispora untuk pendidikan bidang olahrga.

“Payung hukumnya SKB (surat kesepakatan bersama) tiga menteri, yakni Menpora, Mendagri, dan Mendikbud agar SKOI tetap eksis. Pembagian kewenangan pendanaannnya jelas. Untuk hal terkait pengembagan atlet keolahragaan kewenangan dispora, berkaitan pengembangan mutu pendidikan sharing dengan disdik,” sebutnya.

Selain itu, kedatangan jajaran Pemprov Sumsel juga dalam kaitan menawarkan kerjasama olahraga dengan Pemprov Kaltim. Khususnya berkaitan pengelolaan stadion karena Sumsel terkenal berhasil mengelola stadion olahraga.

Dibuktikan Gubernur Sumsel berhasil memperoleh penghargaan dari presiden sebagai daerah yang rajin selenggarakan even olahraga regional, nasional dan internasional bergengsi. Gubernur Sumsel mendapat penghargaan bersama Gubernur DIY sebagai Ketua KONI terlama, dan Gubernur Kaltim sebagai kepala daerah yang memberi perhatian sangat tinggi tinggi terhadap peningkatan prestasi olahrga.

“Kita juga akan belajar pengelolaan stadion seperti dilakukan Sumsel. Jadi tidak hanya studi banding, tapi juga menawarkan kerjasama baik untuk pengelolaannya,” tambahnya. (arf-bd)

 

Dispora Kaltim Terapkan Dua Jalur PSB SKOI 2014

Thursday, 19 June 2014 04:50 rusmul
Print PDF

 

SAMARINDA – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim menerapkan dua jalur penerimaan siswa baru (PSB) bagi siswa SMP dan SMA Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) Kaltim tahun 2014.

“PSB tahun ini kita terapkan jalur degradasi untuk mengisi kekosongan atlet yang dinyatakan lulus sekolah, serta jalur koordinasi dengan pengurus provinsi (pengprov) dan KONI untuk memenuhi penambahan kuota dari 120 orang menjadi 500 orang,” sebut Kepala Dispora Kaltim, Sigit Muryono ketika dikonfirmasi, di Samarinda, Senin (9/6).

Khusus jalur degradari, jelas dia, diisi SKOI dengan tetap berkoordinasi Pengprov dan KONI untuk mengisi atlet yang terdegradasi karena telah lulus sekolah. Yakni 24 siswa SMA Negeri SKOI dan 16 siswa SKOI yang telah dinyatakan lulus UN tahun ajaran 2013/2014.

Terkait kesiapan sarana dan prasarana untuk menampung 500 atlet, Sigit mengaku secara bertahap akan dipenuhi sampai pembangunan Gedung SKOI di Komplek Stadion Utama Kaltim di Palaran rampung. Sementara waktu, sebagian diasramakan di Pusat Pendidikan dan Latihan olahraga Pelajar (PPLP), sebagian di SKOI, dan selebihnya tetap tinggal bersama orang tua.

“Tapi tetap latihannya dikoordinir pengcab. Kalau sudah selesai, baru semua diasramakan di Gedung SKOI Kaltim,” katanya.

Pun demikian dengan program pelatihan, Sigit berharap programnya sinergis dengan program pembinaan di pengprov. Yang membedakan, pembinaan SKOI untuk atlet dini usia, sedangkan pengprov atlet profesional.

“Ini agar satu visi dan satu komando dalam pembinaan. Termasuk target prestasi yang ditetapkan,” tegasnya.(bdarf)

 

 


Page 2 of 16
Informasi Lain

Gallery Dispora

Situs Terkait