Berita

Dispora terima penghargaan dari BNN Kaltim

Monday, 30 June 2014 05:48 rusmul
Print PDF

 

Samarinda – Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur kembali mendapat penghargaan, kali ini penghargaan dari Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Timur sebagai salah satu dari SKPD yang telah berpartisipasi dalam melaksanakan deteksi awal melalui tes urine bagi pimpinan dan staf.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak kepada Kadispora Kaltim, Sigit Muryono dalam Upacara Peringatan Peringatan Hari Anti Narkoba dan Hari Keluarga Berencana Nasional yang di langsungkan di Kantor Gubernur Kaltim Kamis (26/6).

“Mari kita bangun budaya saling menolong, saling asah, asih, asuh dalam keluarga dan lingkungan masyarakat dengan melakukan pencegahan dan memperlakukan pengguna narkoba dengan sebaik-baiknya,” seru Gubernur.

Kepedulian dibutuhkan karena mereka yang terjerumus menjadi pengguna narkoba merupakan orang sakit sehingga butuh bantuan untuk diselamatkan. Perlu  direhabilitasi agar sembuh dari ketergantungan narkoba.

Itu sebabnya gubernur mengapresiasi kerjasama penanggulangan narkoba yang dilakukan pemprov dengan badan narkotika nasional provinsi (BNNP) Kaltim selama ini. Khususnya dalam rangka penyembuhan pengguna dengan membangun pusat rehabilitasi di Samarinda yang akan diresmikan Presiden RI dalam waktu dekat bersamaan proyek staretgis Kaltim lainnya.

“Ini akan dikelola dengan baik, sehingga bisa dimanfaatkan membantu menyembuhkan korban pengguna narkoba yang harus dibebaskan dari ketergantungan,” katanya

Lain hal pengedar narkoba, harus mendapat hukuman setimpal karena mereka berkontribusi menjadi pihak yang merusak generasi penerus bangsa. Untuk itu modus-modus peredaran harus diberantas sehingga sindikat narkoba tidak berdaya.

Meski begitu, tidak dipungkiri jika program penanggulangan narkoba di Kaltim masih dihadapkan beberapa permasalahan. Diantaranya panti rehabilitasi sosial  masih sangat terbatas, kemudian pengungkapan kasus kejahatan kurun waktu empat tahun terakhir dengan barang bukti kecil dibanding narkoba illegal yang beredar di masyarakat, serta stigma negatif masyarakat terhadap pengguna narkoba yang masih dianggap penjahat, bahkan residivis, dan dikucilkan dari lingkungannya.

“Padahal mereka seharusnya diselamatkan dan dibimbing agar pulih dan menjadi insan yang berguna bagi bangsa dan negara,” katanya.

Hal tersebut sesuai tema peringatan HANI tahun ini ”Drug Use Disorder are Preventable and Treatable” atau ”Pengguna Narkoba Dapat Dicegah dan Direhabilitasi”.

Maknanya bahwa pengguna narkoba orang sakit yang membutuhkan bantuan semua pihak untuk berhenti dari kebiasaan mengkonsumsi narkoba dan membutuhkan rehabilitasi. Harapan mereka dapat kembali melaksanakan fungsi sebagai anggota masyarakat secara normal dan berhak memperoleh kehidupan sehat.

Sigit Muryono menyambut baik penghargaan ini sekaligus mengungkapkan komitmennya untuk memberantas penggunaan narkoba khususnya di lingkungan Dispora Kaltim. “Penghargaan ini tentu kita sambut dengan baik, dan tentunya juga menjadi cambuk bagi kami untuk terus berkomitmen ikut serta dalam memberantaskan narkoba khusnya dari lingkungan Dispora Kaltim sendiri,”ungkapnya.

Selain Dispora Kaltim lima SKPD Kaltim juga menerima penghargaan serupa masing-masing Bappeda, BLH, Disnak, Dinas Pertanian Tanaman Pangan, dan Kantor Satpol PP. Termasuk penyerahan penghargaan pemenang lomba dalam rangka peringatan HANI 2014.(rdi-arf)

 

 

Strategis, Gelar TTG Sebarluaskan Informasi Teknologi Terapan Anak Bangsa

Wednesday, 25 June 2014 02:00 rusmul
Print PDF

SAMARINDA – Penyelenggaraan Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional dinilai merupakan langkah strategis sebarluaskan informasi berbagai teknologi terapan yang dihasilkan anak bangsa kepada masyarakat luas.

 

“Melalui kegiatan ini diharapkan memotivasi pemberdayaan dan pendayagunaan TTG secara berkelanjutan, sehingga keberadaannya berdayaguna menunjang proses pemberdayaan masyarakat,” kata Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi selaku Ketua Panitia Nasional pada pembukaan Gelar TTG Nasional XVI, di Komplek Stadion Madya Sempaja Samarinda, Kamis (19/6).

 

Menurut mendagri, penyelenggaraan Gelar TTG sekaligus menjadi wahana menggali rekayasa penemuan TTG baru, dan menjadi media tukar menukar informasi antar pemda dan pelaku TTG se Indonesia.

 

Selain itu, pameran teknologi juga diharap menjadi tolak ukur kemajuan TTG yang sudah diimplikasikan masyarakat. Semakin berkualitas teknologi yang dihasilkan, menunjukkan kemajuan pengembagan TTG di daerah tersebut.

 

Berkaitan itu, mendagri berharap gelar TTG tetap menjadi agenda nasional setiap tahun yang penyelenggaraannya digilir diberbagai provinsi di tanah air untuk menggali penemuan teknologi baru di daerah penyelenggara. Ini sesuai amanat Presiden Bj Habibie saat penyelenggaraan Gelar TTG Nasional pertama kali pada 1998.

 

“Terlebih jika dilihat dari manfaat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sejak pelaksanaan di 15 provinsi sebelumnya diakui Gelar TTG dapat membuka peluang kontrak kerjasama pemanfaatan TTG oleh masyarakat,” sebutnya.

 

Gelar TTG Nasional XVI diselenggarakan 19 – 23 Juni 2014. Rangkaian kegiatannya antara lain pameran TTG unggulan dari 34 provinsi se Indonesia, lokakarya TTG untuk peningkatan wawasan pemanfaatan TTG sesuai kekhasanahan daerah, widyawisata, serta penilaian stan pameran terbaik.(arf)

 

Teks Foto : Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi membaca laporan Ketua Panitia Nasional Gelar TTG pada pembukaan Gelar TTG Nasional XVI, di Komplek Stadion Madya Sempaja, Samarinda, Kamis (19/6). (foto:diskominfo/yoyo)

sumber: http://diskominfo.kaltimprov.go.id/

 

Manfaat TTG Besar Tuk Percepat Pembangunan Daerah

Wednesday, 25 June 2014 01:53 rusmul
Print PDF

SAMARINDA -- Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak mengatakan, Teknologi Tepat Guna (TTG) memiliki manfaat yang cukup besar dalam rangka mempercepat pembangunan di daerah. Khususnya menunjang keberdayaan masyarakat untuk terlibat dalam pembangunan.

“Seperti kita ketahui keberadaan TTG di tengah-tengah masyarakat sudah cukup banyak membantu percepatan pembangunan daerah. Keberadaannya menjadikan masyarakat yang tidak berdaya menjadi berdaya untuk terlibat mengisi pembangunan sesuai potensi, profesi, dan keahlian yang dimiliki,” sebut Gubernur Faroek saat memberikan sambutan selamat datang pada jamuan makan malam (welcome dinner) Gelar TTG XVI, di Ballroom Hotel Aston, Samarinda, Rabu (18/6).

Gubernur menilai perlu upaya menggali kreatifitas masyarakat untuk menciptakan teknologi yang berguna membangun daerahnya. Oleh sebab itu, pihaknya menilai penyelenggaraan Gelar TTG perlu terus diselenggarakan.

Kegiatan tersebut dapat memotivasi masyarakat menunjukan hasil karya yang dihasilkan, sehingga memotivasi mereka menciptakan inovasi teknologi terapan yang terbaik untuk dipromosikan secara luas.

“Ini harapan kita. Baik tingkat daerah maupun tingkat nasional menjadi agenda rutin tahunan,” harapnya.

Khusus Kaltim, Faroek bertekad untuk terus menyelenggarakan Gelar TTG tingkat provinsi dengan menggilir kabupaten/kota se Kaltim menjadi tuan rumah penyelenggaraan. Tujuannya tidak lain untuk menggali potensi inovasi teknologi terapan baru sesuai kebutuhan masyarakat setempat.

Welcome dinner kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan hiburan. Gubernur Faroek berkesempatan mendendangkan tembang kenangan berduet dengan Artis Ibukota Iyet Bustami. Tidak hanya itu, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi beserta istri juga sempat diajak menyumbangkan suaranya.(arf)

 

Teks Foto : Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak bernyanyi bersama Ny Vita Nova Gamawan Fauzi ditemani Artis Ibukota Iyet Bustami.(foto:diskominfo/rizky)

sumber : http://diskominfo.kaltimprov.go.id


 

Wapres Minta Posyantek Jadi Sentra Inovasi dan Koordinasi Pelayanan Teknologi

Wednesday, 25 June 2014 01:51 rusmul
Print PDF

*Pembukaan Gelar TTG Nasional XVI

SAMARINDA -- Pesan penting yang ingin disampaikan memaknai penyelenggaraan Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG-) Nasional XVI di Kaltim bagaimana setiap daerah bisa membentuk sentra inovasi dan sentra koordinasi dalam rangka peningkatan kualitas teknologi terapan yang dihasilkan masyarakat.

“Peran posyantek (pos pelayanan teknologi) harus ditingkatkan menjadi sentra inovasi dan sentra koordinasi pelayanan penemuan teknologi,” tegas Wakil Presiden RI Boediono sebelum membuka Gelar TTG Nasional XVI, di Stadion Madya Sempaja Samarinda, Kamis (19/6)

Intinya masing-masing daerah harus bisa membentuk sentra koordinasi yang bisa mengkoordinir pelayanan penemuan teknologi berkaitan penentuan teknologi yang tepat disesuaikan kondisi daerah hingga proses pemanfaatannya. Khususnya dalam rangka menyesuaikan teknologi penemuan masyarakat dengan kultur, budaya, dan SDA yang ada di setiap daerah.

Gilirannya diharapkan dapat menimbulkan dampak bagi kemajuan pembangunan daerah masing-masing. Sebab, keberadaan TTG dianggap penting bagi kemajuan daerah dan bangsa. “Prestasi bangsa awalnya juga datang dari daerah,” sebutnya.

Selain itu, Boediono juga minta peran pemerintah daerah dimaksimalkan dalam mendukung pengembangan TTG yang dihasilkan masyarakat. Utamanya berkaitan upaya peningkatan kapasitas menjadi calon penerepan teknologi.

“Makanya peran pemerintah pusat bersama pemda dibutuhkan untuk menunjang pengembangan TTG. Termasuk dibutuhkan dukungan kerjasama dengan perguruan tinggi, lembaga penelitian terkait, serta perbankan karena berkaitan penterjemahan inovasi menjadi terknologi membutuhkan dana,” sebutnya.

Pembukaan ditandai pemencetan tombol oleh Wapres Boediono didampingi Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, dan Wakil Menteri Hukum dan HAM RI, Denny Indrayana. Wapres juga berkersempatan meninjau lokasi pameran TTG dari 34 provinsi se Indonesia. Hadir dalam acara pembukaan gubernur, bupati, dan walikota, serta perwakilan 34 provinsi se Indonesia.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan penghargaan posyantek berprestasi tingkat nasional, sertifikat hak kekayaan intelektual bagi investor TTG, hak paten peneliti, juara lomba inovasi remaja, dan penandatangan nota kesepahaman (MoU) antara Dirut BPJS dengan Mendagri tentang optimalisasi peran pemda melaksanakan jaminan kesehatan nasional (JKN).(arf)

 

Teks Foto : Wapres Boediono melakukan pemencetan tombol sirine menandai pembukaan Gelar TTG Nasional XVI, di Komplek Stadion Madya Sempaja, Samarinda, Kamis (19/6). (Foto:diskominfo/yoyo)

sumber: http://diskominfo.kaltimprov.go.id


 

Pangdam VI/Mlw Pastikan Kesiapan Keamanan Kedatangan Wakil Presiden

Wednesday, 25 June 2014 01:21 rusmul
Print PDF

SAMARINDA- Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI Mulawarman, Mayjen TNI Dicky W. Usman menyatakan segenap jajaran KODAM VI/Mulawarman siap melakukan pengawalan dan melaksanakan pengawalan terkait rencana kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia, Boediono untuk membuka gelaran Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional pada tanggal 19 Juni 2014 di Stadion Sempaja Samarinda Kaltim.

"Saya harus menjamin dan memastikan bahwa persiapan untuk keamanan lancar dan berjalan sesuai yang diharapkan termasuk diantaranya mengantisipasi treor bom. Kita melakukan persiapan strerilisasi lapangan serta rute convoi kendaraan Wakil Presiden dengan sebaik-baiknya. Kita tunjukkan kepada Wapres kalau Kaltim mampu dan bisa," ungkapnya ketika ditemui pada persiapan gladi bersih TTG di Gor Sempaja, Selasa (17/6).

Dicky menambahkan pihaknya  menjamin keamanan untuk seluruh rangkaian kegiatan TTG, khususnya saat kedatangan Wakil Presiden. Dijelaskannya bahwa utnuk itu disedian personil gabungan untuk mengamankan kedatangan orang nomor 2 di Indonesia dengan tingkat pengamanan Very Very Important Respon (VVIP).

“Sudah menjadi kewajiban bagi kami, bahwa pengamanan pejabat Negara kami siapkan pengamanan ekstra, apalgi yang datang adalah Presiden atau Wapres, jadi tidak boleh ada gangguan selama kedatangan Pak Boediono di sini,” ujarnya.

Selain itu, dirinya mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan personil Raider untuk melakukan langkah-langkah pengamanan apabila terjadi kondisi darurat, termasuk juga dengan menambahkan kesiapan kendaraan anti peluru di sejumlah titik yang telah ditentukan.

“Kita harus menyiapkan keamanan ini dengan sebaik-baiknya, meskipun kondisi Kaltim hakikatnya aman, namun kita tidak boleh lengah. Untuk itu kesiapan personil harus maksimal ditambah juga kita melakukan kerjasama dengan jajaran Polda Kaltim menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan guna menjaga kondusifitas dan keamanan daerah,” tambahnya.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya akan melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat, yakni untuk menyadarkan warga tentang pentingnya menciptakan suasana yang aman dan damai karena hal itu juga berdampak pada kelancaran masuknya investasi ke Kaltim.

Pelaksanaan Gelar TTG Nasional sendiri akan dipusatkan di Kompleks Stadion Madya Sempaja, Samarinda selama enam hari, yakni mulai 18 Juni hingga 23 Juni 2014.

 

 


Page 2 of 17
Informasi Lain

Gallery Dispora

Situs Terkait