AHK TEGAS SELEKSI PASKIBRAKA NASIONAL TIDAK TAWAR MENAWAR
SAMARINDA-Setelah melakukan seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di seluruh Kabupaten dan Kota se Kaltim, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim akan segera melakukan seleksi untuk wakil Kaltim ke tingkat nasional.
Untuk mempersiapkan kegiatan seleksi tersebut, dilakukan rapat persiapan yang diikuti juga oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim, Korem 091 Aji Surya Natakesuma serta Polresta Samarinda.
"Yang pertama paskibraka mulai tahun depan sudah tidak di dispora dan diambil alih Kesbangpol sesuai amanat Peraturan Presiden (PERPRES) tentang Program Pasukan Pengibar Bendera Pusaka. Tentu kami tetap akan bersedia membantu Kesbangpol bila memang dibutuhkan," ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kaltim, Agus Hari Kesuma (AHK) ketika memimpin rapat tersebut di Ruang Rapat Ruhui Rahayu Kantor Dispora Kaltim, Kamis (27/4/2023).
Menurutnya dalam melakukan seleksi untuk kepentingan bangsa ini, kita akan saling bantu sebagai sebuah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dimana untuk tingkat nasional harus dilakukan ketat baik dari sisi intelegensia, fisik, dan hal lainnya yang memang menjadi syarat, jadi harus betul betul saring.
"Tidak ada tawar menawar, harus sesuai spesifikasi, kalau gak ada, kita setting ulang, siapkan kualitasnya, daripada meolah supan (membuat malu,red). Artinya kalau dia dikirim ke tingkat nasional, maka intelegensia, fisik, knowledge serta attitude atau etika harus di level nasional," tegas AHK.
Karena menurutnya walaupun cerdas, fisik bagus tapi etika gak bagus akan menjadi kendala.
"Perlu diingat latar belakang daerah kita berbeda-beda, sehingga dalam bersikap amupun berprilaku akan ada perbedaan sudut pandang," lanjutnya.
Masing-masing wakil daerah katanya pasti berbeda menyesuaikan asal muasal nya masing-masing, semua dikemas dalam bingkai agama, iman harus kuat.
“Iman ini penting, karena hal ini menjaga yang lain. Jadi saya minta tim nanti yang bertugas harus sesuai aturan kada usah bermain-main. Ini untuk nama baik Kaltim," pungkasnya. (rdi/ppiddisporakaltim)




















